This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

25 Jul 2011

Patriotisme & Nasionalisme jangan dibiarkan semakin luntur....!!



Berbuatlah sesuatu yang dapat membanggakan bangsa....!?
 

Patriotisme & Nasionalisme jangan dibiarkan semakin luntur....

Jika anda seorang wartawan, jadilah wartawan yang baik........

Gunakan kamera dan tulisan mu bagaikan pedang..

Asah terus biar tajam..

Menyayat tampa darah, menusuk tampa luka…

buat jurus-jurus yang baru

agar mata buta bisa membaca,

telinga tuli bisa mendengar...

agar nurani yang padam, bisa menyala kembali..

Jika anda seorang supir bus, jadilah supir bus yang baik..

Gunakan kemudimu untuk membawa penumpang dengan selamat..

Taat pada rambu-rambu; jangan maju saat merah, jangan stop saat hijau

Jangan buat pria menjadi duda, dan wanita menjadi janda...

Anak-anak menjadi yatim-piatu, kasihanilah mereka..

Ikuti jalur yang ada, jangan hanya ngejar setoran saja.

Jangan mabuk saat mengemudi, apalagi pake narkoba…

Ingat bung supir; bus anda bukan malaikat pencabut nyawa...!?

Jika anda seorang tentara, jadilah tentara yg baik.......

Gunakan senjatamu untuk memerangi musuh...

Tembak dan tumpas musuh yang ada

Tembak para pembalak liar, juga para koruptor

Jangan main sembarang tembak......?!

Jangan tembak wanita tua, karena mereka itu ibu anda.

Jangan tembak orang tua, karena mereka itu ayah anda.

Jangan tembak mahasiswa, mereka ini tunas bangsa.

Ingat, prajurit adalah abdi rakyat..!

Jika anda tukang sapu, jadilah tukang sapu yang baik.....?!

Jika anda nelayan, jadilah nelayan yang baik ...

Jadilah seorang samurai, dimana pedang menjadi bagian jiwanya...

Cintailah pekerjaan mu dan jadilah pekerja yang baik.

Dengan cara itu anda ikut berjuang membangun bangsa...!!

Berikanlah yang terbaik dalam hidup ini!.

Salam Patriot.......


GARUDA PANCASILA


Garuda Pancasila merupakan lambang negara Indonesia dan nama sebuah lagu Nasional Indonesia. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno.
Garuda
Garuda merupakan burung dalam mitologi Hindu, sedangkan Pancasila merupakan dasar filosofi negara Indonesia.

Lambang negara Garuda diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958

Burung Garuda melambangkan kekuatan
Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan
Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia















 
Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:

                
Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa (sila ke-1)






Rantai melambangkan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (sila ke-2)






Pohon Beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia (sila ke-3)

 
Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat           Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan (sila ke-4)

                
Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat 
Indonesia (sila ke-5)




Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci 

Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa

* Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
o Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
o Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
o Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
o Jumlah bulu di leher berjumlah 45
* Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti "walaupun berbeda beda, tetapi tetap satu".




LAGU GARUDA PANCASILA
Satu Indonesia Untuk Semua
SAYA BANGGA JADI ANAK INDONESIA!!!!!  
Salam Patriot NKRI Harga Mati ......Merdeka...!!



24 Jul 2011

SUMPAH PEMUDA




Sumpah Pemuda mempunyai makna yang sangat mendalam bagi bangsa ini, sumpah pemuda berisi ikrar bersatunya dan disatukannya tunas-tunas bangsa oleh kesamaan tanah air, bangsa dan bahasa. Ini mengingatkan kembali jati diri kita sebagai bagian dari NKRI yang harus senantiasa menjaga dan mempertahankan NKRI dari segala macam tantangan, ancaman maupun krisis.

Sudah saatnya kita harus bersatu dan memperkuat jalinan satu sama lain..semangat mempertahankan Indonesiaaaa..
Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.
Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :

- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :

- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :

- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Versi diperbaharui (Ejaan)
Pertama:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kedua:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga:

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.

Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :

Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
 
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
 
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
 
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
 
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
 
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
 
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
 
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
 
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
 
Peserta :
  1. Abdul Muthalib Sangadji
  2. Purnama Wulan
  3. Abdul Rachman
  4. Raden Soeharto
  5. Abu Hanifah
  6. Raden Soekamso
  7. Adnan Kapau Gani
  8. Ramelan
  9. Amir (Dienaren van Indie)
  10. Saerun (Keng Po)
  11. Anta Permana
  12. Sahardjo
  13. Anwari
  14. Sarbini
  15. Arnold Manonutu
  16. Sarmidi Mangunsarkoro
  17. Assaat
  18. Sartono
  19. Bahder Djohan
  20. S.M. Kartosoewirjo
  21. Dali
  22. Setiawan
  23. Darsa
  24. Sigit (Indonesische Studieclub)
  25. Dien Pantouw
  26. Siti Sundari
  27. Djuanda
  28. Sjahpuddin Latif
  29. Dr.Pijper
  30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  31. Emma Puradiredja
  32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
  33. Halim
  34. R.M. Djoko Marsaid
  35. Hamami
  36. Soekamto
  37. Jo Tumbuhan
  38. Soekmono
  39. Joesoepadi
  40. Soekowati (Volksraad)
  41. Jos Masdani
  42. Soemanang
  43. Kadir
  44. Soemarto
  45. Karto Menggolo
  46. Soenario (PAPI & INPO)
  47. Kasman Singodimedjo
  48. Soerjadi
  49. Koentjoro Poerbopranoto
  50. Soewadji Prawirohardjo
  51. Martakusuma
  52. Soewirjo
  53. Masmoen Rasid
  54. Soeworo
  55. Mohammad Ali Hanafiah
  56. Suhara
  57. Mohammad Nazif
  58. Sujono (Volksraad)
  59. Mohammad Roem
  60. Sulaeman
  61. Mohammad Tabrani
  62. Suwarni
  63. Mohammad Tamzil
  64. Tjahija
  65. Muhidin (Pasundan)
  66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  67. Mukarno
  68. Wilopo
  69. Muwardi
  70. Wage Rudolf Soepratman
  71. Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
  1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
    di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
    Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
    Kong Liong.
  2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
    Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
    yaitu :
    a. Kwee Thiam Hong
    b. Oey Kay Siang
    c. John Lauw Tjoan Hok
    d. Tjio Djien kwie

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More